BRIN Perbarui Keamanan hingga Proteksi Bahaya Nuklir

Ilustrasi tenaga nuklir. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tenaga nuklir. (Foto: Istimewa)

bacakita.id, JAKARTA | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperbarui pengetahuan mengenai keamanan, keselamatan, dan proteksi terhadap bahaya nuklir. Sebab, BRIN menyatakan, sangatlah penting, dan menjadi perhatian bagi setiap orang.

“Teknologi radiasi nuklir, termasuk ionisasi sudah dipakai dan diaplikasikan ke berbagai bidang. Termasuk industri dan kesehatan, makanan, dan lain-lain,” kata Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN Rohadi Awaludin dikutip dari laman resmi BRIN, Minggu (6/11/2022).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Instruksi Istigasah di Hari Lahir NU Selama Sembilan Hari

Menurut dia, teknologi tersebut menjadi jawaban dari permasalahan saat ini. “Namun, juga ada risiko yang harus menjadi perhatian dari teknologi tersebut,” kata Rohadi.

Melalui kegiatan mengangkat tema “The Role of Radiation Protection on Sustainable Development Goals”, Rohadi menyatakan pentingnya untuk mengetahui dan memahami. “Keamanan dan proteksi dari teknologi radiasi nuklir,” kata dia.

Baca Juga  Presiden RI Bahas Kerja Sama Indonesia-PNG dengan PM Marape 

Periset dari Pusat Riset Teknologi Keselamatan Metrologi dan Mutu Nuklir (PRTKMMN) BRIN Eka Djatnika Nugraha menyampaikan informasi. Dia mengatakan, mengenai paparan radiasi alami di Indonesia.

Itu, lanjut dia, berdasarkan riset dilakukan terkait penilaian dosis radiasi komprehensif di lingkungan terestrial. “Beberapa populasi di Indonesia, seperti wilayah Mamuju (Sulawesi Barat) terpapar radiasi alami beberapa kali lipat lebih tinggi,” kata Eka.

Baca Juga  Persentase Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Terendah di ASEAN-Australia

Eka mengatakan, itu daripada rata-rata di seluruh dunia, yaitu sekitar 2,4 milisievert per tahun. “Situasi ini dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat, karena paparan eksternal dan internal yang kronis,” ujar dia.

“Mamuju sebagai daerah radiasi latar alam yang tinggi. Karena tingginya konsentrasi uranium dan torium dalam batuan dan tanah,”  pungkas dia. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60