BRIN Dukung Riset Produk Tembakau Inovatif Bebas Asap

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menghadiri kegiatan pelepasan produk tembakau inovatif untuk diekspor perdana atas undangan PT HM Sampoerna Tbk. Foto: BRIN
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menghadiri kegiatan pelepasan produk tembakau inovatif untuk diekspor perdana atas undangan PT HM Sampoerna Tbk. Foto: BRIN

bacakita.id, JAKARTA | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberi dukungan kepada industri untuk mengembangkan produk tembakau inovatif bebas asap. Komitmen ini ditandai dengan hadirnya Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko pada acara kegiatan pelepasan produk tembakau inovatif untuk diekspor perdana atas undangan PT HM Sampoerna Tbk.

“BRIN sebagai lembaga riset yang bertanggung jawab atas segala riset yang ada di negeri ini, mendukung produk-produk inovatif yang bisa diproduksi di Indonesia. Khususnya yang terkait dengan kesehatan,” ujar Handoko.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Wapres Imbau Umat Lakukan Jihad Ekonomi Hadapi Krisis

Sebagai informasi, produk tembakau bebas asap dikembangkan PT HM Sampoerna Tbk. berdasarkan penelitian ilmiah melibatkan lebih dari 980 ilmuwan dengan pendekatan pengurangan bahaya. Rokok bebas asap ini digunakan tanpa melalui proses pembakaran tembakau.

Handoko mengatakan, dirinya juga mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo untuk membawa petani tembakau menuju ke arah produk alternatif yang inovatif. Selain menjadi salah satu produsen tembakau terbesar di dunia.

Menurut Handoko, BRIN ingin lebih mendekatkan diri ke HM Sampoerna dan mencari peluang-peluang baru yang bisa dikembangkan bersama dengan BRIN. Misalnya dirinya tertarik sekali dengan lembaran tembakau yang sangat potensial untuk penutup luka dan bisa dikembangkan pada produk alternatif yang inovatif.

Baca Juga  Bawaslu Kaji Pemilu Kondisi VUCA, Herwyn Minta Sasar Isu Ujaran Kebencian

“Kalau perlu menjadi pemain utama secara global,” ucapnya. Handoko menyampaikan pula tentang kemungkinan membawa R & D ke Indonesia.

“Ini merupakan salah satu kontribusi atau upaya kami untuk membantu meningkatkan attractiveness Indonesia sebagai pusat investasi dunia. Kami ingin membawa R & D dunia untuk datang ke sini,” kata Handoko.

Dijelaskan Handoko, BRIN memiliki skema melalui Deputi Fasilitas Riset dan Inovasi membantu untuk memfasilitasi industri-industri. Membawa proses produk developmentnya atau R & D nya ke Indonesia setidaknya untuk investasi pertama.

Baca Juga  Kementerian PUPR Selesaikan 16 Rusun Pekerja IKN

“Kami akan meminjamkan tempat, periset, lab dan kita bersama-sama melakukan joint development. Menurut saya itu hal yang paling hulu dari suatu rantai industri, sehingga secara otomatis bisa memperkuat sisi hilir dari industri kita secara keseluruhan,” ucap Handoko.

Pos terkait

banner 468x60