Ukraina Undang Jokowi ke KTT Crimea, Apa Agendanya?

Presiden RI Joko Widodo bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Presiden RI Joko Widodo bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy

bacakita.id, UKRAINA | Ukraina undang Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi Platform Crimea Internasional yang akan berlangsung pada 23 Agustus.

“KTT ini akan berlangsung pada 23 Agustus. Dan telah kami sampaikan undangan resmi kepada Yang Mulia Presiden Indonesia Joko Widodo,” kata Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin saat konferensi pers virtual, Selasa (2/8).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Presiden Jokowi Akan Saksikan Balapan Formula E

Ia kemudian berujar, “Sejauh ini [format acara] online, formatnya sangat mudah. Jadi tak perlu bepergian. Tak ada batasan Covid-19, tak ada protokol yang perlu diterapkan.”

Menurut Vasyl, acara tersebut juga menjadi bentuk ekspresi solidaritas terhadap kedaulatan Ukraina. Ia mengatakan akan banyak pemimpin dunia yang hadir dalam acara tersebut. “Tahun ini Ukraina dan rakyatnya lebih membutuhkan dukungan dan solidaritas komunitas internasional,” kata Vasyl lagi.

Baca Juga  Firkom: Bersyukur Anggota PWI Sumsel Mentradisikan Berkurban di Sekretariat PWI Sumsel

Sebelumnya Platform Crimea Internasional berlangsung pada 23 Agustus 2021 lalu, saat peringatan 30 tahun Ukraina sebelum invasi. Tujuan platform tersebut untuk meningkatkan respons internasional terhadap pendudukan Crimea, mencegah pelanggaran hak asasi manusia, melindungi korban dari pendudukan, dan memastikan kembali Crimea ke tangan Ukraina.

Rusia mencaplok Semenanjung Crimea pada 2014 usai demonstrasi berbulan-bulan imbas Ukraina menghentikan kerja sama dengan Uni Eropa. Demo itu kemudian merambat untuk menggulingkan rezim Viktor Yanukovych.

Baca Juga  Syafitri Irwan Jabat Kakanwil Kemenag Sumsel

Moskow kemudian mengklaim Crimea menjadi bagian wilayahnya. Namun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional menolaknya. Kini, Ukraina berada di bawah gempuran Rusia usai Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi pada 24 Februari lalu.

Perang itu mengancam kemerdekaan, kedaulatan, dan integritas Ukraina. Selain itu juga mengancam perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dalam dimensi global. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60