bacakita.id, JAKARTA | Bank Indonesia menerbitkan White Paper (WP) yang berisi rangkuman desain (high level design) pengembangan Digital Rupiah. WP ini juga menguraikan rumusan Central Bank Digital Currency (CBDC) bagi Indonesia, dengan mempertimbangkan asas manfaat dan risikonya.
“Digital Rupiah adalah salah satu kebijakan sistem pembayaran untuk mempercepat digitalisasi, dan implementasinya akan dilakukan secara bertahap. Dimulai dari whoslae CBDCuntuk penerbitan, pemusnahan dan transfer antar bank,” kata Gubernur BI Perry Warjoyo saat peluncuran WP di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (1/12/2022).
“Setelah itu, Digital Rupiah akan diperluas dengan model bisnis operasi moneter dan pasar uang. Dan akhirnya akan mengintegrasikan whosale Digital Rupiah dengan ritel Digital Rupiah secara end to end,” kata Perry lagi.
Penerbita WP pengembangan Digital Rupiah menjadi langkah awal BI dalam “Proyek Garuda”. Proyek yang memayungi berbagai inisiatif eksplorasi atas berbagai pilihan dan desain arsitektur Digital Rupiah.
Menurut Perry Warjiyo, Kunci dari Digital Rupiah adalah menegaskan fungsi BI sebagai otoritas tunggal yang menerbitkan mata uang. Termasuk mata uang digital. Selain itu, memperkuat peran BI di kancah internasinal dan mengakselerasi Ekonomi Keuangan Digital secara nasional.
“Bank Indonesia meyakini CBDC mampu menjaga kedaultan Rupiah di era digital. Juga dapat mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital, serta memperluas inklusi keuangan,” ucap Perry.
Semakin berkembangnya teknologi digital, membuat pengembangan mata uang digital bukan lagi pilihan tapi sebuah keniscayaan. Bank-Bank Sentral terus melakukan eksplorasi dan uji coba untuk mengantisipasi perkembangan mata uang digital di masa depan. (Fit)



![Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing. Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241104-WA0061-200x112.jpg)
![Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024. Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0014-200x112.jpg)
![Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2023/10/ForumWartawanPendidikanSumateraSelatanFWPSumselsuksesmenggelarPelatihanJurnalistikGen-ZdiSMKNegeri1Palembang-200x112.jpg)


