Kemenkes Lakukan Program Skrining Ibu Hamil Cegah HIV/AIDS

Ilustrasi anak dengan HIV/AIDS. (Foto : Shutterstock)
Ilustrasi anak dengan HIV/AIDS. (Foto : Shutterstock)

bacakita.id, JAKARTA | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan beberapa program skrining pada Ibu hamil, mencegah transmisi virus HIV/AIDS secara vertikal pada anak. Skrining kesehatan meliputi skrining HIV, Hepatitis, dan terutama skrining sifilis.

“Itu kita lakukan, yang positif diobati, tadi disampaikan oleh Prof Zubairi, kalau Ibu hamil sedini mungkin dideteksi dan minum ARV (obat untuk HIV/AIDS). Itu 100 persen dia tidak akan menular ke anak-anak, dengan catatan dia harus minum teratur,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu saat ditemui wartawan usai acara Hari AIDS Sedunia, di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga  Indonesia Satu Grup dengan Tuan Rumah Uzbekistan

Menurutnya, skrining tersebut penting dilakukan oleh para Ibu hamil. Pihaknya terus memperkuat edukasi tentang bahaya HIV/AIDS, terutama pada kelompok-kelompok remaja di sekolah.

“Tadi disampaikan bagaimana kesiapan tentang kesehatan reproduksi sedini mungkin sudah diberikan pemahaman kepada anak-anak di sekolah. Dalam hal ini peran dari Kemendikbud agar bisa melakukan edukasi pada anak-anak di sekolah,” ujarnya.

“Melakukan sosialisasi dan edukasi terkait kesehatan reproduksi. Karena awalnya (virus HIV) masuk dari situ, dari kesehatan reproduksi,” ucap Maxi.

Di sisi lain, upaya mengakhiri HIV/AIDS pada anak-anak di dunia tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal itu dibuktikan dari data United Nations Programme on HIV and AIDS (UNAIDS) dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Baca Juga  Forum TIIWG G20 Wujudkan Industrialisasi Berkelanjutan dan Inklusif

“Peningkatan yang terjadi sangat kecil dalam 5 tahun terakhir, situasi yang sama juga terjadi di Indonesia. Pada tahun 2021 anak-anak menyumbang 12 persen dari 27 ribu new infection (kasus baru),” ujar UNAIDS Country Representative, Ibu Krittayawan Boonto dalam acara peringatan Hari AIDS Sedunia yang digelar di Jakarta, Kamis (1/12/2022).

Selain itu, 9 persen dari 26.000 kematian akibat AIDS terjadi pada anak-anak. UNAIDS melaporkan, sejak 2016, kasus infeksi baru yang terjadi pada ibu dan anak hanya menurun sedikit.

Baca Juga  Karyawan Swalayan Ini Diduga Gelapkan Uang Rp Dua Miliar

Hal yang sama juga terjadi pada progres cakupan obat ARV pada ibu dan anak. Bahkan di Indonesia, hanya 15 persen Ibu hamil yang hidup dengan HIV/AIDS menerima obat ARV.

“15 persen Ibu hamil yang hidup dengan HIV menerima ARV, berarti mereka tidak dapat akses buat pencegahan HIV ke anaknya. Dan dari anak yang hidup dengan HIV hanya 1 dari 4 anak menerima ARV,” katanya menegaskan. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60