PPATK Bekukan Rekening Reza Paten Terkait Net89

Ilustrasi logo investasi bodong Net89
Ilustrasi logo investasi bodong Net89

bacakita.id, JAKARTA | Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membekukan rekening Reza Paten terkait trading Net89. Ratusan orang telah membuat laporan dugaan investasi bodong Net89 ke Bareskrim Polri.

Reza Paten sudah dikenal sebagai pedagang mata uang asing dan menggeluti dunia trading sejak tahun 2019. Dia berusia 38, dan lulusan Teknik Informatika.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Pemotor Perempuan Penganiaya Polisi Saat Ditegur Lawan Arah Jadi Tersangka

“Benar, sudah kami bekukan. Jumlah rekening yang dibekukan banyak,” kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana.

Tapi, Reza Paten belum diketahui berada di mana hingga sekarang. Dugaan kerugian para korban robot trading Net89 mencapai Rp28 miliar, dan setiap korban punya nilai kerugian berbeda-beda.

Kuasa hukum Reza Paten Slamat Tambunan menyatakan, kliennya dipastikan bukan pemilik atau pun pendiri Net89. “Klien kami bukanlah pemilik atau owner Net89 melainkan dia hanya member,” ujar Slamat.

Slamat juga mengatakan, Reza Paten bukan pendiiri (founder) Net89. “Jika melihat akun jajaran direksi sudah terlampir di situ, tidak ada namanya Reza Paten,” kata Slamat.

Baca Juga  Rudal Rusia Bombardir Ukraina saat KTT G7 digelar

Kasus bermula saat sekitar 230 orang mengaku korban robot trading Net89 melapor ke Bareskrim, Rabu (26/10/2022). Diduga ada 134 orang dilaporkan, termasuk lima orang di antaranya adalah publik figur.

Salah satu publik figur adalah Youtuber Atta Halilintar. Sebab, Atta Halilintar lelang bandanya, pada Januari 2022, dan dimenangkan oleh Reza Paten senilai Rp2 miliar lebih.

“Sama juga dengan DNA Pro bentuknya artis menerima upah bekerja. Hasil yang dia dapatkan itu hasil dari kejahatan,” kata kuasa hukum korban Net89 M Zainul Arifin di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Baca Juga  53 Unit Rumah untuk Keluarga Korban KRI Nanggala-402

“Dari proses ini ada 134 para pelaku diduga melakukan tindak pidana, lima orang diduga publik figur. Kemudian, ada tujuh orang founder-nya, ada lima orang CEO-nya,” kata Zainul.

“Kemudian, ada 37 orang terkait leader-nya (pemimpin), 51 orang terkait dengan exchanger. Jadi, total ada 134 orang (terduga pelaku, red),” kata Zainul. (red)

Pos terkait

banner 468x60