Transaksi BI Fast Diprediksi Capai Rp 1.500 Triliun

Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono (photo:mglenak)
Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono (photo:mglenak)

bacakita.id, JAKARTA | Sejak diluncurkan bulan Desember 2021, transaksi keuangan melalui BI Fast terus meningkat, baik volume maupun nominalnya. Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya kepesertaan BI Fast khususnya dari lembaga keuangan bank.

“Data Oktober 2022, volume transaksi BI Fast mencapai 414 juta, dengan nilai nominal sebesar Rp 1.393 triliun. Kami berkeyakinan volumenya sampai akhir tahun lebih dari 450 juta transaksi, dengan nominal diperkirakan lebih dari 1.500 triliun,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Polda Riau Bidik Tersangka Baru di Kasus Korupsi BJB

Menurut Doni, untuk mencapai angka itu, BI akan membuka batch kelima pertambahan peserta, sebanyak 29 peserta. Dengan demikian total peserta BI Fast sebagai 106 lembaga keuangan, atau 87 persen dari pangsa pasar.

“Kami juga akan membuka batch keenam, dan membuka kesempatan bagi lembaga keuangan selain bank. Sudah ada dua lembaga keuangan selain bank yang sudah siap secara teknologi,” ujar Doni.

Baca Juga  Jurnalis Rusia Jual Medali Nobel Rp1,5 T Gara-gara Invasi di Ukraina

Doni juga mengatakan, BI masih terus mereview pricing policy atau biaya yang dikenakan dalam penerapan BI Fast. Selain itu, BI juga fokus untuk memperluas fitur BI Fast serta kanalnya untuk meningkatkan layanan melalui BI Fast. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60