TNI AL Gunakan Alat Canggih Cari Helikopter Jatuh

TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui jajarannya Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) gunakan alat canggih mencari Helikopter NBO-105 di perairan Buku Limau, Belitung Timur. (Foto: TNI AL)
TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui jajarannya Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) gunakan alat canggih mencari Helikopter NBO-105 di perairan Buku Limau, Belitung Timur. (Foto: TNI AL)

bacakita.id, JAKARTA | TNI Angkatan Laut (AL) melalui jajarannya Pusat Hidro-Oseanografi (Pushidrosal) mengirimkan empat alat canggih. Untuk membantu pencarian Helikopter NBO–105 dengan nomor regristasi P-1103 milik Polri yang jatuh di Perairan Buku Limau, Belitung Timur.

Ketua Pelaksana SAR Helikopter NBO-105 Register P-1103 Kombes Pol Hendrawan mengatakan alat tersebut yaitu Multibeam Ecosounder T50P. Yang digunakan untuk membaca kedalaman dan pendeteksian fitur-fitur bawah air.

Bacaan Lainnya

“Kemudian Conductivity Temperature Density (CTD) yang digunakan untuk koreksi sound velocity, Magneto meter alat pendeteksi tingkat magnet. Serta Side Scan Sonar yang digunakan untuk pencitraan bawah air,” ujar Hendrawan melalui keterangannya, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga  Jadi Tren dan Lagi Viral di Twitter, Ini Syarat Nikah di KUA Gratis

Selain alat deteksi bawah air, TNI AL juga mengerahkan KRI Spica-934, KRI Teluk Cirebon-543, KRI Pulau Rangsang-727, dan KRI Pulau Rengat-711.

Juga KRI Karotang-872, KRI Siwar-646, KAL Manau dari Lanal Babel, Pesawat udara (Pesud) CN-235 P-8305 dari Puspenerbal. Dan Tim Tanggap Darurat dari Pushidrosal, dan 12 personel Penyelam TNI AL.

Hendrawan mengatakan KRI Spica dan KRI Teluk Cirebon akan tiba di perairan Burung Mandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur sekitar pukul 10.00 WIB. KRI tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Baca Juga  Pemerintah Proyeksikan Perekonomian Nasional 2023 Tumbuh 5,3 Persen

Menurutnya, dukungan peralatan canggih sangat diperlukan untuk mendeteksi benda-benda berupa logam yang ada di bawah air. Apalagi jangkauan sonar dari alat ini sangat luas, sehingga bisa mempermudah pencarian.

Pencarian akan fokus di perairan Burung Mandi atau pada area sekitar tiga Mill Laut dari pesisir pantai tersebut. Area pencarian ini, merupakan lokasi ditemukannya serpihan-serpihan Helikopter dan jenazah Bripda Muhammad Khoirul Anam, satu dari empat awak heli.

Baca Juga  Menhub Siapkan Segala Upaya Antisipasi Lalin Jelang Nataru

“Luas area pencarian akan dilakukan sekitar 20 mil ke arah utara. Untuk pencarian kami bagi tujuh area, dengan delapan kapal yang sudah disiapkan,” kata Hendrawan.

Helikopter yang mengalami kecelakaan merupakan Helikopter BKO Polda Kalimantan Tengah yang take off dari Pangkalan Bun dan bertolak ke Tanjung Pandan, Belitung. Mengangkut empat anggota Polri yakni AKP Arif Saleh yang merupakan Capt Helikopter, Briptu Lasminto, Aipda Joko M dan Bripda Khoirul Anam. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60