Kasal: TNI AL Harus Menjadi Rumah Kebinekaan

Kasal Laksamana TNI Yudo Margono (tengah) saat menandatangani peresmian Pura Dharma Segara di komplek Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (3/11/2022)
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono (tengah) saat menandatangani peresmian Pura Dharma Segara di komplek Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (3/11/2022)

bacakita.id, JAKARTA | Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan, TNI AL harus menjadi ‘Rumah Pancasila dan Kebinekaan’. Seluruh personel, dan keluarganya harus mampu menjadi penggerak toleransi, serta keberagaman di masyarakat.

Hal itu dikatakannya saat meresmikan Pura Dharma Segara di komplek Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (3/11/2022). Hadir dalam acara itu sejumlah tokoh umat Hindu, dan tokoh lintas agama seperti dari Islam, Buddha, dan Kristen.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Tujuh Rekomendasi Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan

Menurut Yudo, di kalangan TNI AL, kehidupan beragama bukan hanya tentang hak, dan kewajiban individu. Agama, lanjutnya, juga menjadi bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia yang sangat menentukan kualitas organisasi secara keseluruhan.

“Pembinaan kehidupan beragam,” ujarnya. “TNI AL ini juga sekaligus menjadi bagian dari upaya bangsa Indonesia dalam membina kerukunan antar umat beragama.”

Baca Juga  Siapkan 8 Tim, KPU Mulai Tahap Verifikasi Administrasi Parpol

Bagi Indonesia, negara dengan segudang kebinekaan, kerukunan dan persatuan adalah hal yang sangat fundamental. Sehingga semua masyarakat harus merasa ikut bertanggung jawab dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Saya ingatkan kepada keluarga besar TNI AL, untuk terus menjunjung tinggi sikap kebersamaan dan membangun toleransi,” ucapnya. “Untuk itu, mari kita jadikan TNI AL sebagai rumah toleransi umat beragama, sebagai Rumah Pancasila.”

Baca Juga  Kemenhub Luncurkan Angkutan Feeder LRT dan BRT Sumsel

Pembangunan Pura Dharma Segara digagas oleh Kasal, setelah melihat tidak adanya sarana ibadah umat Hindu bagi anggotanya. Meski demikian, masyarakat umum di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, boleh beribadah di sana.

Pembangunan Pura di tanah seluas 1500 meter itu menelan biaya Rp3 miliar. “Dananya berasal dari anggaran TNI AL di APBN,” kata Yudo. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60