Perusahaan Nuklir Rusia Tawarkan Bangun PLTN di IKN

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, saat pengarahan pers, Rabu (21/12/2022) di Jakarta
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, saat pengarahan pers, Rabu (21/12/2022) di Jakarta

JAKARTA | Rosatom, sebuah perusahaan pengawasan nuklir kompleks Rusia, tertarik untuk berkerjasama di bidang nuklir. Tepatnya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. Menurutnya, Kalimantan dinilai sebagai wilayah bebas gempa dan menjadi tempat terbaik untuk PLTN.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

“Kalimantan sebenarnya adalah salah satu daerah yang tidak seismik, tidak ada gempa. Jadi itu akan menjadi tempat terbaik untuk benar-benar membangun pembangkit nuklir,” kata Lyudmila dalam pengarahan pers, Rabu (21/12/2022) di Jakarta.

Rusia juga menawarkan kerja sama untuk pembangunan stasiun nuklir terapung, yang diklaim hanya dimiliki negara itu.

“Selain itu, kami memiliki teknologi stasiun nuklir terapung, artinya ini adalah kapal besar dengan stasiun nuklir. Anda dapat berlabuh di mana saja, jika ada bahaya gempa atau tsunami, Anda pergi saja,” ucapnya.

Baca Juga  46 WNI Tertahan di Imigrasi Saudi

Perwakilan dari perusahaan Rosatom sendiri disebut telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia dan mempresentasikan program yang dimiliki.

“Mereka sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia dan berhubungan dengan instansi terkait di Indonesia. Mereka sudah mempresentasikan apa yang kami bisa, jika pemerintah Indonesia tertarik, (kami) sangat menyambut,” ujar Lyudmila.

Menurut Lyudmila, di dalam pertemuan bersama pihak Rosatom, pihak Indonesia diketahui memiliki ketertarikan untuk kerja sama di bidang nuklir.

Baca Juga  Presiden Ajak Masyarakat Tingkatkan Optimisme dalam Pengendalian Inflasi

“Ya, tentu saja tertarik, kenapa membuat presentasi jika tidak ada ketertarikan? Tapi, tentu saja keputusannya belum dibuat,” ucapnya.

“Keputusan tergantung pemerintah Indonesia, saya tidak bisa memprediksikan hal itu. Menurut saya itu adalah keputusan politik dari pemerintah dan sepenuhnya terserah pihak Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan itu, Lyudmila mengungkapkan, Rusia juga menawarkan kerja sama “Kota Pintar” serta Informasi dan Teknologi (IT) di IKN, Kalimantan Timur. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60