Menperin Optimis Tahun 2023 Industri Manufaktur Tumbuh Pesat

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (photo:mglenak)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (photo:mglenak)

bacakita.id, JAKARTA | Sektor industri manufaktur Indonesia masih menghadapi tantangan di tahun 2023. Namun Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimis, pertumbuhannya masih akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2022.

“Trend positif pertumbuhan industri olahan nonmigas sejak tahun 2021 terus berlanjut. Ini membuktikan kita dapat menjaga pertumbuhan sektor industri, dan terlalu berlebihan jika ada yang menyebut terjadi deindustrialisasi,” kata Menperin Agus dalam konpers Outlook Industri 2023 di Jakarta, Selasa (27/12/2022).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Arema FC Bisa Dilarang Jadi Tuan Rumah Sepanjang Musim Ini

Data kemenperin menunjukkan, hingga triwulan III-2022 pertumbuhan industri manufaktur tercatat 4,88 persen. Menperin memproyeksikan pertumbuhannya sepanjang tahun 2022 bisa mencapi 5 persen.

“Kontribusi sektor industri pengolahan pada perekonomian nasional, hingga triwulan III-2022 sebesar 16,10 persen dari PDB. Dan menjadi sektor yang memberikan kontribusi tertingg dibandingkan sektor lainnya,” ucap Menperin Agus.

Nilai ekspor industri manufaktur dari Januari-November 2022 tercatat sebesar USD189,88 miliar. Sedangkan capaian investasi hingga triwulan III-2022 mencapai Rp343,06 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebesar 19,11 juta orang.

Baca Juga  Wamenparekraf Tinjau Kesiapan Spouse Program KTT G20 di Bali

“Perkembangan tersebut sejalan dengan perkembangan Indeks industri manufaktur atau PMI, yang selama 15 bulan terakhir di level ekspansi. Begitu pula dari Indeks Kepercayaan Industri yang pada Desember 2022 berada di level 50,9, menunjukkan industri berada pada level ekspansif,” ujar Menperin Agus.

Pada kesempatan tersebut, Menperin juga mengatakan bahwa pandemi tidak lagi menjadi faktor yang mengganggu proses produksi. Tapi masih ada tantangan lainnya di tahun 2023, utamanya dari perkembangan konflik geopolitik yang menyebabkan ketidakpastian masih tinggi.

“Maka yang perlu kita antisipasi di tahun depan adalah pertumbuhan ekonomi yang melambat dan gangguan dari rantai pasok. Selain itu, depresiasi nilai tukar mata uang, harga komoditas yang tinggi, krisis pangan dan energi, juga perlu diantisipasi,” kata Menperin Agus memberi penjelasan.

Baca Juga  Kemenhub Batasi Penerbangan Bali saat KTT G20

Meski demikian, Menperin menegaskan akan tetap optimis apapun yang terjadi. Ia memproyeksikan pertumbuhan industri manufaktur di tahun 2023 sebesar 5,1-5,4 persen.

“Nilai ekspor tahun depan diprakirakan ada di titik 240 miliar dollar. Sedangkan investasi dapat mencapai 450 trilun rupiah, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 20 juta orang,” kata Menperin Agus menutup keterangannya.

Pos terkait

banner 468x60