Krisis Besar seperti Sri Lanka, Negara di Asia Ini Diprediksi Bangkrut

Aktivis Partai Rakyat Pakistan merayakan putusan di depan gedung Mahkamah Agung Pakistan di Islamabad, Pakistan, Kamis (7/4/2022). (Foto: Bloomberg)
Aktivis Partai Rakyat Pakistan merayakan putusan di depan gedung Mahkamah Agung Pakistan di Islamabad, Pakistan, Kamis (7/4/2022). (Foto: Bloomberg)

bacakita.id, PAKISTAN | Pakistan disebut-sebut sebagai negara kedua di Asia yang akan mengalami kebangkrutan, mengikuti Sri Lanka.

Negara ini diambang krisis, setelah listrik dipadamkan dalam skala besar yang berimbas pada jutaan penduduk.

Bacaan Lainnya

Setidaknya 220 juta warga Pakistan terkena pemadamam listrik, Senin (23/1/2023). Pemadaman ini pun menjadi yang paling luas sejak 2021.

Baca Juga  Presiden Jokowi Dorong Layanan Imigrasi Lebih Memudahkan dan Melayani

Akibatnya, aktivitas masyarakat di sebagian kota pun terganggu. Pekerjaan hingga keseharian masyarakat pun ikut padam karena tak ada generator untuk diandalkan.

Adapun krisis yang terjadi di Pakistan ini terjadi akibat lonjakan tegangan yang terjadi. Analis mengatakan situasi ini diakibatkan adanya kekurangan sumber daya untuk menggerakan pembangkit milik seperti minyak dan gas.

Di sektor ini pun memiliki utang yang sangat besar sehingga tidak mampu berinvestasi dalam infrastruktur dan saluran listrik.

Baca Juga  Satgas Mafia Tanah Polda Sumsel Amankan Dua Tersangka di Banyuasin

Selain utang yang semakin membesar, Pakistan juga mengalami situasi krisis devisa. Pada awal Januari, Bank Negara Pakistan dilaporkan hanya memiliki devisa sebesar US$ 4,34 miliar (Rp 64 triliun) yang mana ini hanya akan mencukupi kebutuhan impor selama tiga minggu kedepan.

“Penurunan devisa tersebut disebabkan pelunasan pinjaman komersial sebesar US$ 1 miliar kepada dua bank yang berbasis di Uni Emirat Arab,” tulis Financial Post.

Baca Juga  Menparekraf Apresiasi Kerja Sama Mesut Ozil dengan Concave Indonesia

Di sisi lain, terjadi degradasi nilai mata uang terhadap dollar AS selama empat minggu terakhir. Rupee Pakistan melemah hingga 2,21% terhadap dollar AS.

Krisis ini pun membuat pemerintah negara untuk melakukan beberapa penutupan pusat perbelanjaan dan pasar.

Negara ini pun masih dalam pemulihan setelah diterjang banjir dahsyat pada tahun lalu, yang menyebabkan kerusakan besar hingga USD40 miliar (Rp624 triliun) di negara tersebut. (

Pos terkait

banner 468x60