INDEF: Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad. (Foto: Istimewa)
Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad. (Foto: Istimewa)

bacakita.id, JAKARTA | Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengkritisi pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,3 persen. INDEF mengingatkan pemerintah jangan senang dulu dengan pertumbuhan sebesar itu.

“Jika dilihat secara akumulatif, pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5,3 persen memang membaik, lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Tapi yang perlu diingat, di kuartal IV terjadi penurunan yang luar biasa,” kata Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad dalam keterangan pers menanggapi pertumbuhan ekonomi 2022, Selasa (7/2/2023).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Jelang Imlek, Australia Rilis Prangko Bernuansa Kelinci

Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2022 hanya sebesar 5,01 persen. Menurun tajam dibandingkan pertumbuhan ekonomi kuartal III yang tercatat sebesar 5,7 persen.

“Kondisi itu akan memberikan dampak yang lebih besar terutama di kwaral I-2023. Ditambah sejumlah efek yang masih berlanjut seperti inflasi yang masih tinggi di atas 5 persen,” ucap Tauhid.

Kenaikan harga BBM, menurut Tauhid, dampaknya masih terasa hingga saat ini dan menimbulkan tekanan daya beli akibat inflasi. Sehingga, kata dia, konsumsi hanya tumbuh 4,9 persen di kuartal IV-2022.

Baca Juga  Cristiano Ronaldo Buka Lowongan Chef dan ART, Berminat?

“Konsumsi pemerintah juga gagal mendongkrak pertumbuhan ekonomi, karena kinerjanya makin buruk. Di kuartal IV-2022, pertumbuhan konsumsi pemerintah -4,7 persen, sedangkan di triwulan III kontraksinya hanya 2,7 persen,” ujar Tauhid.

Hal tersebut, sambung Tauhid, menjadi sinyalemen efek global akan semakin berat di tahun 2023. Karenanya pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2023 akan lebih rendah dibandingkan kuartal IV-2022.

Baca Juga  Kemenpora Ajak Pemuda se-ASEAN Bangun Kawasan Asia Tenggara yang Religius dan Toleran

“Kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kwartal I-2023 sebesar 4,9 persen. Itupun angka yang cukup realistis dengan melihat situasi yang ada,” kata Tauhid.

Menurutnya, pemerintah harus melakukan langkah-langkah untuk lebih menekan inflasi, menjaga daya beli dan konsumsi masyarakat. Selain itu, tegas Tauhid, pemerintah juga harus memperbaiki pemberian stimulus agar lebih baik lagi. (FA)

Pos terkait

banner 468x60