bacakita.id, JAKARTA | Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membuka siaga SAR khusus lebaran Idulfitri 1443 H. Demikian dikatakan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi usai rapat koordinasi, Senin (25/4) di Ruang Rapat (Function Room) Lantai 1 Gedung Basarnas.
Menurut dia, dengan tagline “Mudik Aman Mudik Sehat”, Siaga SAR Khusus Lebaran tahun ini bertujuan untuk mewujudkan pelayanan SAR yang optimal dan terpadu serta mendukung kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19.
Selain itu, untuk mengantisipasi kondisi darurat kecelakaan transportasi secara profesional dan bersinergi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Pemerintah Daerah, Pengelola Jalan Tol, RS rujukan dan Kementerian/Lembaga terkait untuk mewujudkan pelayanan SAR yang optimal kepada para pemudik.
“Motto kita adalah Quick Response of Search and Rescue,” tegas Kabasarnas.
Tim SAR beserta alut ditempatkan di lokasi-lokasi strategis dan rawan kecelakaan, seperti pelabuhan, penyeberangan, jalan tol, bandar udara, terminal bis, serta daerah wisata. Disamping itu, Basarnas juga menempatkan petugas siaga sebagai Laison Officer (LO) di Posko Terpadu Kementerian Perhubungan.
Rangkaian Pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran Tahun 2022/1443 H mulai dari pembukaan hingga penutupan terhitung dari tanggal 25 April – 10 Mei 2022 selama 16 (enam belas) hari. Tim yang terlibat dalam Siaga SAR Khusus Lebaran yaitu Kantor Pusat Basarnas, 43 Kantor Pencarian dan Pertolongan, 77 Pos SAR Dan 63 Unit Siaga SAR.
Penempatan Alut SAR ada di beberapa lokasi, yaitu :
1. Alut darat dan laut di tempatkan di posko siaga, pelabuhan dan dermaga penyebrangan di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas di seluruh Indonesia.
2. Alut udara :
a) Helly Rescue (HR) 1522 Tanjung Pinang standby di Pelabuhan Merak Dengan RS Rujukan RS Krakatau Medica;
b) HR 3603 Lanudal Juanda standy di Jombang dengan RS Rujukan RSAL Surabaya;
c) HR 3606 Satud PP Lanud ATS Standby Di Tol Kalikangkung dengan RS rujukan RS Kariyadi Semarang;
d) HR 1301 Satud PP Lanud ATS standby di Lanud Halim dengan RS rujukan RS Bhayangkara Kramat Jati Jakarta. (JFA)








