bacakita.id, JAKARTA | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mendorong perempuan untuk meningkatkan literasi keuangan. Karena perempuan memegang peran penting mengelola manajemen keluarga sekaligus menjadi kelompok paling rentan dalam kasus penipuan keuangan.
Peran ini yang kemudian melandasi OJK bekerjasama dengan PP Fatayat NU untuk mendorong literasi keuangan di kalangan perempuan. Demikian kesimpulan dalam kegiatan Edukasi Keuangan Syariah dalam Rangka Hari Ibu, di Jakarta, Sabtu (24/12/2022).
“Banyak kasus penipuan yang menimpa ibu rumah tangga karena kurangnya informasi serta mudah terbujuk iming-iming hasil yang cepat dan besar. Alih-alih ingin menambah pemasukan keluarga, dengan meminjam di pinjaman online dan ikut investasi illegal malah jadi merugi dan mempersulit keuangan keluarga,” ujar Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Friderica Widyasari Dewi.
Menurut dia, Riset No Limit Indonesia tahun 2021 menyatakan bahwa 28% masyarakat Indonesia tidak bisa membedakan pinjol legal dan ilegal. Dan sekitar 18% korban pinjol ilegal adalah Ibu rumah tangga (peringkat ke-3 dibanding latar belakang lainnya).
Ketua PP Fatayat, Margaret Aliyatul Maimunah menambahkan bahwa Fatayat yang dengan struktur hingga tingkat ranting dapat memberikan kontribusi. Khususnya dalam menghadapi ancaman resesi 2023 dengan peningkatan literasi keuangan.
“Gerakan peningkatan literasi keuangan ini bisa dimulai dari keluarga, kemudian ketuk tular kepada tetangga,” ujarnya.
Certfied Financial Planner, Reni K. Ashuri mengingatkan agar peserta yang hadir berhati-hati dalam melakukan pinjaman online (pinjol). Beberapa hal yang bisa dilakukan agar tidak terjebak pinjol antara lain tidak membuka situs-situs pinjol.
Lalu mengecek legalitas pinjol, dan meminjam sesuai dengan kemampuan dalam mengembalikan.
“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah,” ujar Ela Siti Nuryamah, Anggota Komisi XI yang juga Sekretaris Umum PP Fatayat NU.
“khususnya perbankan syariah. Hanya saja faktanya perkembangan perbankan syariah di Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara lain seperti negara jiran Malaysia,” ucapnya. (Fit)



![Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing. Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241104-WA0061-200x112.jpg)
![Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024. Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0014-200x112.jpg)
![Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2023/10/ForumWartawanPendidikanSumateraSelatanFWPSumselsuksesmenggelarPelatihanJurnalistikGen-ZdiSMKNegeri1Palembang-200x112.jpg)


