Menkes Sebut Imunisasi Campak Rubella Belum Merata

ilustrasi campak pada anak foto : shutterstock
ilustrasi campak pada anak foto : shutterstock

bacakita.id,  JAKARTA | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, masih ada anak-anak yang kini belum mendapat imunisasi campak rubella. Hal itu menyusul data capaian imunisasi campak-rubella yang belum merata di tiap provinsi.

Berdasarkan data Kemenkes, capaian imunisasi campak-rubella tahap I sebesar 63,9 persen dari target 95 persen yang diharapkan. Sementara secara nasional, capaian imunisasi ini masih rendah dari target yang ditentukan.

“Secara nasional, cakupan BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) untuk imunisasi campak-rubella kita hanya mencapai 72,7 persen. Artinya masih ada anak-anak yang belum mendapat kekebalan terhadap campak,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes dr. Prima Yosephine dalam konferensi pers daring, Jumat (20/1/2023).

Baca Juga  Ternyata Liburan Penting Juga untuk Kesehatan

“Jadi ini resiko atau tantangan yang masih ada di lapangan,” katanya. Kendati demikian, capaian imunisasi campak-rubella tahap II di Jawa dan Bali melampai target.

Pemerintah daerah setempat mampu menyasar sebagian besar anak untuk melakukan imunisasi sehingga angka capaian yang diperoleh 98 persen. Prima mengungkapkan, cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat mencegah penularan campak lebih baik.

Baca Juga  Turnamen Pramusim Digelar Pertengahan Juni

Untuk itu, pihaknya mengimbau para orang tua untuk segera melakukan imunisasi campak-rubella terhadap anak-anak mereka. “Segera bawa, kalau ada anak-anak kita, balita yang belum lengkap imunisasi campaknya, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Diketahui, campak merupakan salah satu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) yang penularannya sangat cepat. Penyakit ini hanya bisa dicegah dengan melakukan imunisasi campak sejak usia bayi.

Baca Juga  6 Penimbun 390 Ton Solar Bersubsidi Ditangkap

Sebanyak 12 provinsi di Indonesia telah menetapkan campak-rubella sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) lantaran kasus melonjak pada tahun 2022. Penetapan status KLB itu juga berkaitan dengan capaian imunisasi tambahan campak-rubella yang belum merata di tiap provinsi. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60