Ketum PWI: Media Harus Mandiri dari Platform Digital

Ilustrasi media sosial. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi media sosial. (Foto: Pixabay)

bacakita.id, MEDAN | Seluruh perusahaan penerbit atau pengelola media diharapkan menyadari pentingnya kemandirian di hadapan platform digital demi keberlanjutan hidup media. Mereka semestinya tidak hanya mengandalkan kerja sama dengan platform digital.

Mereka harus memiliki opsi di luar kolaborasi platform digital untuk mendistribusikan konten, meraih pendapatan, dan mengelola data pengguna. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari, Selasa (7/2/2023).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Dipermalukan Maroko 0-2, Fans Belgia Mengamuk di Brussel

“Fakta-fakta menunjukkan bahwa kerja sama penerbit dengan platform digital adalah bentuk hubungan yang cenderung berat sebelah, bahkan tidak ada kerja sama yang win-win (menghasilkan keuntungan bersama). Platform digital lebih banyak mengendalikan, penerbit lebih banyak dikendalikan,” ucap Atal dalam seminar internasional “Disrupsi Digital dan Tata Ulang Ekosistem Media yang Berkelanjutan” di Kota Medan.

Baca Juga  Pesan Menag di Hari Santri: Doakan Bangsa dan Ulama, Jaga Martabat Kemanusiaan

Atal menjelaskan platform digital juga dapat secara tiba-mengubah sistem algoritma tiba tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Ini dapat berdampak serius terhadap distribusi konten dan mode konten berbayar dari penerbit.

“Platform digital dapat memaksakan bentuk kerja sama yang cenderung merugikan penerbit secara sepihak. Selain itu, tidak ada transparansi tentang nilai iklan dan data pengguna terkait dengan konten penerbit yang dimanfaatkan platform digital yang semestinya menguntungkan kedua belah pihak,” katanya. (FA)

Pos terkait

banner 468x60