Densus 88 Antiteror Tangkap Puluhan Warga Sulteng

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi
Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi

bacakita.id, PALU | Densus 88 Anti Teror dibantu aparat Polda Sulteng menangkap puluhan warga Sulawesi Tengah. Kapolda Sulteng, Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi  mengatakan ada sekitar 22 warga Sulteng yang terlibat jaringan teroris.

“24 orang ini terdiri dari 22 dari Provinsi Sulawesi Tengah, 19 berasal dari Poso, 3 orang dari Ampana, 1 orang ditangkap di Kalimantan Timur, 1 orang di Bekasi, Jakarta,” jelas Kapolda Sulteng.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Pemilik dan Nakhoda KM Ladang Pertiwi Ditetapkan sebagai Tersangka

Beliau menyebutkan, 22 warga Sulteng yang ditangkap masing-masing, inisial IR, RA, BS, FM, SH, AW, HR, LY, IS, RK, TR, IS, MB, MR, RK, EA, SM, AM, DM, DR, TL dan FS.

Mantan Kapolda Jabar ini menjelaskan, 24 orang tersebut ditangkap karena diduga akan melakukan rangkaian kegiatan diantaranya, akan melakukan latihan di tempat yang pernah dilakukan oleh JAD (Jamaah Ansharut Daulah) sebelumnya (Gunung biru Poso).

Baca Juga  Ini Daftar Pemain Bulutangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia 2022

Puluhan orang tersebut juga memiliki dan menyimpan senjata api rakitan jenis revolver. Selain itu, juga telah melakukan pembaharuan bai’at kepada Amir (pimpinan) organisasi terlarang ISIS, selanjutnya juga telah beberapa kali melakukan kegiatan Idad atau kegiatan pelatihan yang harus dilakukan wajib hukumnya bagi mereka yang akan melakukan Amaliyah.

“Sebelum mereka bertindak wajib hukumnya melakukan Idad, setelah melakukan Idad baru bisa Amaliyah menurut cara mereka,” ujar Jenderal Bintang Dua ini.

Baca Juga  Pemerintah Pastikan Program Konversi ke Kompor Listrik Belum Diberlakukan Tahun Ini

Ia menambahkan, mereka juga memberikan dukungan logistik dan dana untuk kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Memiliki niat dan telah melakukan persiapan untuk bergabung dengan kelompok MIT, serta memposting di media sosial konten provokasi dan ajakan untuk melakukan aksi jihad.

“Jihad ini sangat mungkin dilakukan, karena mereka sudah beberapa kali melakukan Idad. Untuk itu, maka Densus dibantu oleh Polda Sulteng melakukan kegiatan penangkapan ini,” jelas Kapolda Sulteng. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60