bacakita.id, SHANGHAI | Warga Negara Indonesia (WNI) di Shanghai terdampak tingginya kasus Covid-19 di Tiongkok. Salah satunya kesulitan untuk beraktivitas keluar rumah, terutama untuk mendapatkan sembako.
“Kondisi sekarang itu seperti waktu Lockdown, jadi sepi dan banyak toko yang tutup. Kegiatan-kegiatan semuanya berhenti, toko buka jam 9 pagi dan tutup jam 6 sore,” kata Houdy.
Pemerintah Kota Shanghai bahkan menyarankan warganya untuk tidak keluar rumah di akhir pekan ini.
“Hari Sabtu kemarin, Pemerintah lokal Shanghai mengarahkan warga untuk tidak keluar. Anjuran ini diikuti oleh masyarakat Shanghai, Subway biasanya penuh sekarang sepi,” ungkapnya.
Menurut Houdy, dengan kondisi tersebut dirinya kesulitan mendapatkan sembako. “Itu karena tidak ada yang mengantar sembako secara online, atau barangnya tidak tersedia,” terangnya.
Di sisi lain, lanjut dia, kasus Covid-19 merata di sejumlah provinsi di Tiongkok. “Terutama di kota-kota besar yang banyak pekerjanya,” imbuh dia.
Ia pun mengaku merasa takut untuk keluar rumah menyusul tingginya kasus Covid-19 di negara tersebut. “Kebanyakan warga di sini takut keluar rumah, dan yang sakit diam di rumah,” ujarnya.
Menurut Houdy, pemerintah Tiongkok menyarankan kepada warganya untuk tetap di rumah saja untuk karantina mandiri jika terpapar Covid-19. “Biasanya kalau kita pergi ke rumah sakit, maka dokter menyuruh kita karantina di rumah saja. Mereka tidak mau memberi pertolongan, kecuali kepada lansia yang belum divaksin,” jelas dia.
Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mencatat sebanyak 250 juta penduduk di Tiongkok diduga terinfeksi Covid-19 selama Desember 2022. Houdy menduga tingginya kasus Covid-19 ini karena pelonggaran yang dilakukan Pemerintah Tiongkok beberapa waktu lalu. “Banyak orang yang sakit keluar rumah, makanya kasus langsung naik,” terang dia.
Tingginya kasus Covid-19 di Tiongkok berdampak pada roda ekonomi, terutama untuk keberlangsungan usaha. Terkait hal itu, kata Houdy, Pemerintah Tiongkok masih menjajaki untuk memberikan keringanan pajak kepada masyarakat. “Kalau dulu pada waktu Lockdown, Pemerintah Tiongkok sempat meringankan pajak,” terangnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan perayaan Natal di Tiongkok tidak semeriah pada tahun sebelumnya.
“Itu karena lonjakan kasus Covid-19 pada tahun ini,” pungkas dia. (Fit)



![Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing. Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241104-WA0061-200x112.jpg)
![Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024. Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0014-200x112.jpg)
![Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2023/10/ForumWartawanPendidikanSumateraSelatanFWPSumselsuksesmenggelarPelatihanJurnalistikGen-ZdiSMKNegeri1Palembang-200x112.jpg)


