Asal Usul Angpau, Amplop Merah Berisi Uang

Ilustrasi anak memegang angpau (Foto: Freepik)
Ilustrasi anak memegang angpau (Foto: Freepik)

bacakita.id,  JAKARTA | Memberi angpao merupakan tradisi Imlek yang sangat ditunggu-tunggu. Meskipun terlihat sederhana, angpau sangat dinantikan bagi anak-anak hingga orang dewasa.

Angpau adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang. Angpau merupakan hadiah menyambut tahun baru Imlek atau perayaan lainnya.

Bacaan Lainnya

Pada masa Dinasti Qin di China, orang-orang tua biasa mengikat uang koin dengan benang merah. Uang itu disebut yasui qian yang berarti “uang pengusir roh jahat”.

Baca Juga  Daftar 23 Pemain Indonesia untuk Kualifikasi Piala AFC U-17 2023

Dipercaya dapat melindungi orang-orang tua dari penyakit dan kematian. Yasui qian kemudian digantikan amplop merah semenjak bangsa Tiongkok menemukan metode printing.

Angpau melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Warna merah angpau melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif.

Oleh sebab itu, angpau tidak diberikan sebagai ungkapan berbelasungkawa. Karena akan dianggap si pemberi bersukacita atas musibah yang terjadi di keluarga tersebut.

Baca Juga  Korlantas Polri Siap Terapkan Pelat Nomor dan TNKB Putih pada Pertengahan Juni

Para pemberi angpau biasanya adalah pasangan yang sudah menikah, sementara penerimanya adalah orang yang belum menikah atau anak kecil.

Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk memberi uang dalam bentuk koin atau berupa lembaran. Diberikan dalam jumlah banyak supaya penerima tidak bisa memperkirakan jumlah uang.

Masyarakat biasanya juga melarang anak-anak untuk membuka angpau pada saat masih berkumpul. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kecanggungan di antara para pemberi angpau.

Baca Juga  Kapolres Aceh Besar Pimpin Pemusnahan Empat Hektar Ladang Ganja

Jumlah uang yang ada dalam sebuah amplop angpau bervariasi. Untuk perhelatan yang bersifat suka cita biasanya besarnya dalam angka genap.

Sementara angka ganjil untuk kematian. Menurut kepercayaan masyarakat Tiongkok, angka ganjil dihubungkan dengan pemakaman, dan angka “empat”.

Namun, pada wilayah tertentu di Tiongkok, masyarakat biasanya memberikan nominal ganjil. Terutama kepada pasangan yang menikah sebagai lambang angka ganjil tidak dapat dibagi lagi. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60