bacakita.id, JAKARTA | Memberi angpao merupakan tradisi Imlek yang sangat ditunggu-tunggu. Meskipun terlihat sederhana, angpau sangat dinantikan bagi anak-anak hingga orang dewasa.
Angpau adalah bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan sejumlah uang. Angpau merupakan hadiah menyambut tahun baru Imlek atau perayaan lainnya.
Pada masa Dinasti Qin di China, orang-orang tua biasa mengikat uang koin dengan benang merah. Uang itu disebut yasui qian yang berarti “uang pengusir roh jahat”.
Dipercaya dapat melindungi orang-orang tua dari penyakit dan kematian. Yasui qian kemudian digantikan amplop merah semenjak bangsa Tiongkok menemukan metode printing.
Angpau melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Warna merah angpau melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif.
Oleh sebab itu, angpau tidak diberikan sebagai ungkapan berbelasungkawa. Karena akan dianggap si pemberi bersukacita atas musibah yang terjadi di keluarga tersebut.
Para pemberi angpau biasanya adalah pasangan yang sudah menikah, sementara penerimanya adalah orang yang belum menikah atau anak kecil.
Beberapa orang memiliki kebiasaan untuk memberi uang dalam bentuk koin atau berupa lembaran. Diberikan dalam jumlah banyak supaya penerima tidak bisa memperkirakan jumlah uang.
Masyarakat biasanya juga melarang anak-anak untuk membuka angpau pada saat masih berkumpul. Hal itu bertujuan agar tidak terjadi kecanggungan di antara para pemberi angpau.
Jumlah uang yang ada dalam sebuah amplop angpau bervariasi. Untuk perhelatan yang bersifat suka cita biasanya besarnya dalam angka genap.
Sementara angka ganjil untuk kematian. Menurut kepercayaan masyarakat Tiongkok, angka ganjil dihubungkan dengan pemakaman, dan angka “empat”.
Namun, pada wilayah tertentu di Tiongkok, masyarakat biasanya memberikan nominal ganjil. Terutama kepada pasangan yang menikah sebagai lambang angka ganjil tidak dapat dibagi lagi. (Fit)




![Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing. Sebanyak 250 anggota ojek online pada Senin 4 November 2024, mendeklarasikan Pilkada Damai 2024. Mereka tergabung dalam Koalisi Ojol Palembang [KOP] terdiri dari, MGMA, Kopral, OPD, Pos B, KCS, DSFP, KRC, KM 9, KRB, Solid, GGSB, Gagraber, PKP, KKP, DOR, POTB, G2MS, Dewa, Garing.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/11/IMG-20241104-WA0061-200x112.jpg)
![Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024. Sebanyak 300 ojek online [ojol] yang tergabung dalam Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan [ADO Sumsel] mendeklarasikan Pilkada Damai 2024, berlangsung di The Canopy Function Veneu Pujasera Jalan Veteran Palembang, Rabu 31 Juli 2024.](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2024/07/IMG-20240731-WA0014-200x112.jpg)
![Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang Forum Wartawan Pendidikan Sumatera Selatan [FWP Sumsel] menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi pelajar SMKN 1 Palembang](https://www.bacakita.id/wp-content/uploads/2023/10/ForumWartawanPendidikanSumateraSelatanFWPSumselsuksesmenggelarPelatihanJurnalistikGen-ZdiSMKNegeri1Palembang-200x112.jpg)

