KNKT: Faktor Pengemudi Penyebab Utama Kecelakaan

Ilustrasi Bus Pariwisata Pandawa (Foto: Wikipedia)
Ilustrasi Bus Pariwisata Pandawa (Foto: Wikipedia)

bacakita.id,  JAKARTA | Faktor pengemudi menjadi salah satu penyebab kecelakaan sering terjadi ketika momen liburan. Hal ini disampaikan oleh Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Ahmad Wildan.

Ia mengatakan, hal itu untuk mengantisipasi kecelakaan yang sering terjadi di momen-momen besar, seperti halnya Natal dan Tahun Baru. Karena di momen liburan biasanya, masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu untuk ke destinasi wisata.

“Semua kecelakaan di destinasi wisata yang diinvestigasi KNKT tidak ada faktor kendaraan. Semua faktor pengemudi,” kata dia.

KNKT sendiri telah mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi kepada pengemudi yang membawa bus pariwisata. Dan Wildan menemukan sejumlah masalah pada pengemudi saat melakukan destinasi wisata, diantaranya.

Baca Juga  Polda Jabar Amankan Lima Orang Terkait Khilafatul Muslimin

1. Masalah lelah
Masalah lelah, hal itu disebabkan karena para pengemudi bus wisata ini kebanyakkan bekerja dengan kontrak. Dan sistem kontrak tersebut membuat waktu kerjanya melebihi batas waktu, berbeda dengan pengemudi bus AKAP atau bus mudik.

Jadi, menurut Wildan setiap pengemudi harus mengukur seberapa mampu di membawa bus. Jangan sampai kemudian di tengah jalan pengemudi lelah yang akhirnya menyebabkan kecelakaan.

“Kalau masalah kelayakan kendaraan saya yakin semua sudah mempersiapkan. Yang saya khawatirkan justru pengemudinya,” katanya kembali.

Baca Juga  Jokowi Cek Harga Minyak Goreng di Pasar Muntilan

2. Masalah Medan Jalan
Masalah kedua yang harus diwaspadai adalah pengemudi tidak paham jalan atau medan lintasan yang dilalui. Sehingga, akhirnya busnya blong ketika medan jalannya menurun atau tikungan tajam karena pengemudi belum menguasai jalan tersebut.

“Jadi kalau bus wisata itu rutenya kemana saja, berbeda dengan AKAP. Sementara kita semua tau yang namanya destinasi wisata umunya jalannya ekstrem,” ujar Wildan.

“Maka pengemudi pada saat menuju ke lokasi wisata ia harus paham dulu medan jalannya,” katanya, menambahkan.

3. Masalah Teknologi Bus
Wildan mengatakan, teknologi yang di miliki bus sistem remnya berbeda-beda. Dan yang menjadi masalah adalah pengemudi bus pariwisata itu kebanyakkan bergantian.

Baca Juga  Buka Rakornas PIP, Presiden: Kawal Kedisiplinan Belanja Produk Dalam Negeri

Beberapa kasus yang KNKT kenali ternyata banyak pengemudi yang tiba-tiba menggunakan bus yang teknologinya tidak biasa ia gunakan. “Jadi pengemudinya harus benar-benar memahami teknologi kendaraan yang ingin di bawa,” katanya, menjelaskan.

Maka dari itu, sebelumnya KNKT sudah turun ke beberapa perusahaan bus pariwisata untuk melakukan investigasi soal kecelakaan bus pariwsata. Dan Wildan mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan surat kepada pengelola atau ke manajemen PO untuk antisipasi kecelakaan jelang Nataru 2023. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60