BNPB: 75 Persen Sekolah Berlokasi di Daerah Bencana

Atap dan tembok sekolah yang ambruk akibat gempa Cianjur (Foto: Istimewa)
Atap dan tembok sekolah yang ambruk akibat gempa Cianjur (Foto: Istimewa)

bacakita.id, JAKARTA | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lebih dari 75 persen sekolah di Indonesia berlokasi di zona rawan bencana. “Baik itu gempa bumi, banjir, atau tanah longsor,” kata Deputi Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati.

Menurut dia, BNPB bersama Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyusun program satuan pendidikan aman bencana. Tujuan program yang dirancang sejak 2012 ini adalah untuk mengatasi masalah sekolah yang berada di daerah rawan bencana.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Polisi Tetapkan Putri Candrawathi Tersangka Pembunuhan

Berdasarkan progam itu, BNPB dan Kemendikbud telah menetapkan tiga pilar sekolah aman. Pilar pertama terkait infrastruktur dan sarana prasarana sekolah.

Kemudian pilar kedua terkait manajemen bencana, termasuk bagaimana memahami risiko yang ada di sekolah. Sedangkan pilar ketiga adalah melakukan simulasi sesuai ancaman bencana di sekolah masing-masing.

Raditya lalu mengapresiasi langkah Pemprov DKI Jakarta yang mendirikan Ruang Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kebencanaan. Ini merupakan pusat literasi kebencanaan yang bisa dimanfaatkan masyarakat Jakarta untuk mewujudkan budaya sadar bencana.

Baca Juga  Pemerintah Salurkan Dana Perbaikan Rumah Korban Gempa Cianjur

Menurut dia, BNPB menginginkan pendidikan kebencanaan menjadi muatan lokal dan masuk kurikulum sekolah di Jakarta. “Bahkan nantinya saya ingin sekolah di Jakarta bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lain,’ kata Raditya. (Fit)

Pos terkait

banner 468x60